Rabu, 04 November 2015

Jomblo Yang Tinggal Sendirian Lebih Berisiko Mengalami Kegemukan

Ternyata Jomblo Yang Tinggal Sendirian Lebih Beresiko Mengalami Kegemukan. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi nya. Di bawah ini adalah pernyataannya.
Bagi sebagian orang, memiliki status single merupakan 'anugerah' tersendiri. Tanpa pasangan atau anak, artinya hidup penuh kebebasan bisa dinikmati. Tapi tak selamanya menjadi jomblo menguntungkan, terutama untuk urusan menjaga berat badan. karena Jomblo Yang Sendirian Lebih Beresiko Mengalamai Kegemukan. 

Studi terbaru mengungkapkan bahwa para jomblo lebih berisiko menjalani diet tidak sehat dan mengalami kegemukan. Hal itu diungkapkan para peneliti dari Queensland University of Technology di Australia.

Pria atau wanita single yang hidup sendiri cenderung kurang memiliki keahlian mengolah bahan makanan. Selain itu tidak adanya pasangan untuk diajak berbelanja bersama, membuat mereka juga malas memasak sendiri.

Akibatnya mereka jadi sering mengonsumsi makanan dalam kemasan, makanan siap saji atau makan di luar yang tidak bisa dikontrol jumlah kalorinya. Hasil studi juga mengungkapkan bahwa pria single yang tinggal sendiri lebih berisiko menjalani pola makan tidak sehat ketimbang wanita.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa 41 hasil studi. Tujuannya adalah untuk mengetahui korelasi antara orang-orang yang hidup sendiri dengan pola asupan nutrisi mereka.

"Kami menemukan bahwa orang yang tinggal sendirian, variasi makanannya lebih rendah. Konsumsi beberapa kelompok makanan juga lebih rendah seperti buah-buahan, sayuran dan ikan," ujar Dr Katharine Hanna dan Dr Peter Collins dari Queensland University of Technology, tim yang melakukan penelitian, seperti dikutip dari Daily Mail.

Hasil studi tersebut mengindikasikan bahwa hidup sendirian, tanpa pasangan atau keluarga menjauhkan seseorang dari gaya hidup sehat. Ketidakhadiran keluarga atau pasangan membuat orang lebih sering menyiapkan makanannya sendiri yang simple dan langsung jadi. Sayangnya, makanan cepat atau siap saji umumnya memiliki tingkat nutrisi rendah tapi tinggi kalori, lemak, garam dan gula.

"Tidak adanya orang lain yang mengingatkan untuk makan sehat dan sulitnya mengatur porsi makan juga jadi beberapa faktor yang memengaruhi pola diet seseorang," tambah Dr Hanna.

Dampak psikologis yang dialami orang yang hidup sendiri juga bisa berpengaruh pada pola makan. Dijelaskan kembali oleh Dr Hanna, dalam penelitian sebelumnya terungkap bahwa rasa kesepian merupakan salah satu faktor utama penyebab kekurangan gizi pada orang paruh baya atau lansia.

Lalu bagaimana dengan pria atau wanita jomblo yang tinggal bersama keluarganya, baik itu orangtua atau saudara? Kemungkinan menjalani pola diet tidak sehat berkurang, namun apabila tidak ada kontrol dari anggota keluarga dampaknya pun lebih kurang akan sama.

Jika Anda single atau belum memiliki pasangan, jangan terlalu khawatir pasti akan menjadi gemuk. Penelitian ini tidak disamaratakan pada setiap individu. Semua tergantung seberapa besar keinginan Anda untuk menjaga pola makan tetap sehat; dengan ada atau tidak adanya pasangan.

Ada baiknya mempelajari cara memasak sehat dari tutorial YouTube, internet, blog kesehatan maupun buku-buku resep. Tidak ada salahnya juga mengundang teman-teman atau parner kerja yang dekat dengan Anda untuk memasak bersama di rumah.

itulah alasan mengapa adanya pernyataan Jomblo Yang Tinggal Sendirian Lebih Beresiko Mengalami Kegemukan. 

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Umum | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑