Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

Puisi Hujan

Hujan


Dalam rintik air dari gelap langit
Dalam kesunyian ini
Dalam kesendirian ini
Aku hanya berpangku pada sebuah harapan
Yang mengantarku pada sebuah ketidakpastian
Disinilah aku
Dalam kebekuan yang merindukan belai kasihmu

Hujan malam ini
Hujan sore tadi
Telah menemani cerita saat senja mulai hilang
Namun tetap saja tak mampu menghilangkan kesakitanku
Sakit yang ku rasa dan ku pendam sendiri

Oh Hujan
Taukah kau?
Aku pernah merindumu datang
Layaknya ku merindukan hadirnya
Namun aku tau hujan tak selama itu
Hujan akan pergi
Pada masa yang telah ditentukan
Sama sepertinya yang akan pergi juga
Namun aku memahami
Hujan akan kembali 

Categories:

Minggu, 01 November 2015

Puisi Tentang Ayah


Rindu Untuk Ayah



Malam ini tanpa bintang di langit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah.

Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah.

Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit.

Doa kukirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan ia penawar segala rasa asa
Kugenggam ia hingga putih
Ayah masihkah kau disana?

Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.
Ayah aku sangat mencintaimu
Akulah perempuanmu yang sangat merindumu
Lewat sujudku di malam ini
Dan lewat syair-syair doa yang ku tuturkan pada Sang Illahi
Aku disini menyampaikan sejuta rinduku
Padamu
Ayahku yang selalu ku rindu

Categories:

Puisi Cinta

Desir Sunyi
 
 
Di dalam sepi ini
Berteman air mata
Berteman desir sunyi
Berlantun nyanyian asmara
Aku masih di tempat kosong
Yang gelap tanpa ada bintang sebagai penghias
Menatap ku penuh ragu untuk pergi dari lorong itu
Terdesak siksa perih sepi sendiriku
 
Ku rindukan sebuah ketulusan
Yang hadir di helai napasku
Tapi mereka telah pergi
Jauh dari hidup
Tinggalkan kenangan yang hanya berhitung selarik kertas
 
Luka ini sungguh siksa batinku
Perih ini sungguh menancap dalam di lubuk hatiku
Sakit ini tak tertahankan
Ingin segera pergi dari segalanya
Pergi darimu
Yang tak hiraukanku dan telah mencintainya

Categories:

Rabu, 28 Oktober 2015

Puisi Untuk Ibu


Doa Untuk Ibu


Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk Ibu
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasehatiku
Dia yang selalu menemani

Dialah Ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa di dunia ini
Tanpanya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasing dari Ibu
Kekuatan yang lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku, Ibu
Walaupun engkau selalu memarahiku
Aku tau…
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduli denganku

Ya Allah…
Berilah kesehatan pada ibuku
Panjangkanlah umurnya
Aku ingin membahagiakannya
Sebelum akau atau dia tak ada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang kau berikan padaku
Aku kan slalu menyayangimu

Categories:

Senin, 26 Oktober 2015

Puisi Indonesiaku

Doa Untuk Indonesiaku

Indonesiaku
Riuh ramai bergemelegar di sudut kota
Warna putih abu-abu gelapkan awan cerah itu
Entah apa sebab mereka membabi buta
Hingga tetes keringat dan darah mengalir menghujani berkas jalan

Luapan emosi yang kini berkobar di ujung asa
Menambah kepenatan suasana panas di kota
Mungkin karena jerit hati yang tak pernah digubris
Atau keadaan bangsa yang semakin miris
Tapi entahlah apa alasannya
Inilah Indonesiaku

Kini duka telah berselimut kelam
Hanya penyesalan di akhir yang terpancar dalam wajah yang melas
Lebam merah membiru terukir di mata yang membengkak perlahan
Sesal dan hanya sesal yang mereka ratapi
Untuk Indonesiaku

Ingin sekali aku menjerit
Kala hati tak sanggup berucap
Moral bangsa telah hancurkan
Dunia pendidikan pun ternodai
Jiwa pancasila hanya sebagai makna yang teracuhkan
Dari rupa Indonesiaku

Apalah arti Indonesiaku sekarang?
Tercemar dan kotor akibat ulah-ulah yang tak bertanggungjawab
Bangsa ini kian terpuruk
Ibu pertiwi kembali meratap
Layaknya telah jatuh tertimpa tangga
Negeriku tak lagi tersenyum seperti seharusnya

Kau cahaya yang kini hilang
Redup dan tak lagi bersinar
Bangkitlah wahai generasi emas Indonesiaku
Karenamulah negeri bisa kembali bangkit dan kokoh berdiri

Tetap serukan doa untuk masa depan
Bangkitlah !
Indonesia aku percaya padamu
Demi suci kebahagiaan yang menantimu

Categories:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Umum | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑