Sabtu, 21 November 2015

Drama Bahasa Inggris tentang Persahabatan


Inilah contoh drama bahasa inggris tentang persahabatan . 
 
NASTY FRIEND

In the classroom. (Shinta and Rachel is talking)
Shinta : Rachel if there is someone you hate in this class?
Rachel : I think no. everyone in this class according to my good behavior.
Shinta : But, do you know, actually Sherly often talk about your bad behavior.
Rachel : What you mean? talking about? (Confusion)
Shinta : She often talked about his attitude that you were arrogant, nasty, and 
always wanted to be praised by others.

(Clara came into the classroom)
Clara  : Ehh .. it turns out you're here. What talking about?
Rachel : There is someone who slandered me.  Shinta said that someone talking about my bad behaviori.
Clara  : What? Who's talking about it all?
Shinta : Sherly. She talking about all the bad treatment to me Rachel
Clara : Sherly ? When she talking about all that?
Shinta : One day it all Sherly ever spoke to me. Even Sherly also often talk about your bad behavior to me.
Rachel : What? What she's talking about misdeeds Clara?
Shinta : Sherly said that Clara was stingy attitude
Clara  : Is it really all that?
Rachel : I do not deserve this. I have to talk about all of this to Sherly.
Clara  : It turns out! Sherly come (Looking towards Sherly)

(Sherly and his friend came into the classroom)
Rachel : (near Sherly) Sherly what do you mean talking about my bad behavior?
Sherly : Talk about bad treatment of you? I do not understand
Kalisha: What you mean Rachel? Suddenly angry with my friend?
Sherly : Yes, why are you suddenly angry to me?
Clara  : (near Sherly) Do not pretend you do not understand
Kalisha: Sorry. you two do not accuse someone carelessly. Who actually talk like that to you both, Rachel and Clara?
Rachel and Clara  : Shinta that tells it to us

(Shinta come into the classroom)
Sherly : Shinta, come here! What you mean I am often accused of bad behavior Rachel  and talking about Clara?
Shinta : What? I have never spoken like that to them. They were slandering me
Clara  : Why are you talking like that?
Rachel : So, why did you reverse the facts? It was you who spoke to me
Sherly : So exactly who is right?
Kalisha : Sherly, whether you are talking about  of their misdeeds?
Sherly : What? I never talk about Rachel and Clara. Let alone talk about their misdeeds.
(All those who are bowed saw  shame)
Rachel :  oh so real shinta want to slander me to sherly??
Shinta : (Looking down) No that's not what I mean ... (Shinta away suddenly ran out of room class)
Sherly :  is now proven. that the guilty is a Shinta.
Rachel : Sherly, I apologize that I was angry all of a sudden to you
Clara  : I also apologize to you, sherly
Sherly : Yes, I forgive you both.

Rachel and Clara eventually get back together with Sherly. But, Shinta now have no friends because he often others.

TERJEMAHAN
di ruangan kelas. (shinta dan rachel sedang berbicara)
shinta : rachel apakah ada seseorang yang kamu benci di kelas ini ?
rachel : menurut saya tidak ada. semua orang di kelas ini menurut saya kelakuannya baik.
Shinta : tapi, apakah kamu tahu, sebenarnya sherly sering membicarakan tentang kelakuan buruk
kamu. 
Rachel : maksud kamu apa? membicarakan apa ? (kebingungan)
Shinta : dia sering membicarakan bahwa kamu itu sikapnya sombong, jahat, dan selalu ingin dipuji oleh orang lain.

(clara datang mendekat)
Clara  : ehh.. ternyata kalian sedang berada disini . sedang membicarakan apa ? sepertinya pembicaraan yang serius ?
rachel           : ada seseorang yang memfitnah saya. menurut shinta ada seseorang yang membicarakan tentang kelakuan buruk saya
clara   : apa? siapa yang membicarakan semua itu ?
shinta : sherly yang membicarakan semua perlakuan buruk rachel kepada saya
clara   : kapan sherly membicarakan semua itu kepada kamu shinta ?
shinta           : suatu hari sherly pernah membicarakan semua itu kepada saya. bahkan sherly juga sering membicarakan kelakuan buruk kamu kepada saya.
Rachel : apa? membicarakan apa dia tentang kelakuan buruk clara?
Shinta : menurut sherly clara sikapnya merasa paling kaya dan mempunyai barang yang mewah tetapi pelit. 
Clara  : apakah benar semua itu ?
Rachel : saya tidak menerima semua ini. saya harus membicarakan semua ini kepada sherly.
Clara  : ternyata itu ! sherly datang (melihat ke arah sherly)

(sherly dan temannya datang  memasuki ruangan kelas)
Rachel : (mendekati sherly) sherly apa maksud kamu membicarakan tentang kelakuan buruk saya ?
Sherly : membicarakan tentang perlakuan buruk kamu ? aku tidak mengerti
Kalisha         : maksud kamu apa rachel ? tiba-tiba marah kepada sahabat saya ?
Sherly : iya, mengapa kamu tiba-tiba marah kepada saya ?

Clara  : (mendekati sherly ) jangan berpura-pura tidak mengerti kamu
Kalisha         : sebentar. kalian berdua jangan menuduh seseorang sembarangan. siapa sebenarnya yang berbicara seperti itu kepada kalian berdua, rachel dan clara ?

rachel dan clara : shinta yang memberitahukan semua itu kepada kami.
(shinta datang memasuki ruangan kelas)
Sherly : shinta, kesini kamu ! apa maksud kamu menuduh saya sering membicarakan kelakuan buruk rachel dan clara ?
Shinta : apa? saya tidak pernah berbicara seperti itu kepada mereka. mereka itu memfitnah saya
Clara  : kenapa kamu berbicara seperti itu ?
rachel           : iya, mengapa kamu membalikkan fakta ? tadi kamu yang berbicara itu kepada saya
sherly           : jadi sebenarnya siapa yang benar ?
kalisha          : sherly, apakah benar kamu sering membicarakan kelakuan buruk mereka berdua ?
sherly : apa? saya tidak pernah membicarakan rachel dan clara. apalagi membicarakan tentang kelakuan buruk mereka.
(semua orang melihat siti yang sedang tertunduk malu)
Rachel : oh jadi sebenarnya shinta ingin memfitnah sherly kepada saya?
Shinta :  (sambil menunduk) tidak bukan itu maksud saya... (tiba-tiba shinta pergi berlari keluar ruangan kelas)
Sherly : sekarang sudah terbukti. bahwa yang bersalah adalah seorang shinta.
rachel           : sherly, saya meminta maaf bahwa tadi saya marah secara tiba-tiba kepada kamu
clara   : saya juga meminta maaf kepada kamu, sherly
sherly           : iya, saya memaafkan kalian berdua.

akhirnya rachel dan clara rukun kembali dengan sherly. tapi, shinta sekarang menjadi tidak memiliki teman karena dia sering mengadudombakan orang lain.

Categories:

Drama Persahabatan di Sekolah


Di sekolah pasti Anda pernah memiliki tugas membuat drama bukan? Inilah contoh naskah Drama Persahabatan di Sekolah.  

Ikhlasnya Ketulusan
            Sekolah menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi seorang siswi bernama Imam. Dia adalah siswa dengan predikat siswa terbaik di SMA Negeri 1 Bobotsari. Dari banyaknya prestasi yang diperoleh dari beberapa lomba.
            Saat fajar telah mulai pancarkan kilaunya. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Bobotsari pun berbondong untuk berangkat sekolah. Imam datang bersama sepeda tua ke sekolah.
Adegan 1 ( di gerbang sekolah)
Imam   : alhamdulillah sampai juga di sekolah.
Nur      : hai Imam. Tunggu aku.
Imam   : eh kamu nur. Ada apa?
Nur      : hehe tidak apa-apa. Bagaimana mam persiapanmu buat lomba Mata pelajaran matematika besok?
Imam   : ya seperti itulah. Aku tidak mau ambil pusing yang penting usaha maksimal.
Nur      : begitu ya. Yaudah yuk cepet ke kelas. Sebentar lagi mau masuk jam pelajaran pertama ini.
Adegan 2 (di kelas)
Naura, Karlina, dan Amalia sedang berada di kelas.
fera      : eh kalian tahu ngga si imam besok mau ikut lomba mapel matematika?
Amalia : ya tau lah fe. Dari kemarin juga udah sibuk bimbingan terus kan.
Karlina            : iya tuh Imam. Banyak ketinggalan jam pelajaran juga.
Amalia : ya gitulah resiko jadi anak pinter.
fera      : iya betul. Tapi kasian pulang sore terus dia. Kalo berangkat sekolah juga kusut banget mukanya.
Amalia : betul tuh fe. Sering ngantuk juga gitu pas pelajaran. Hahaha
Karlina            : heh udah ngomonginnya. Tuh imam udah dateng. Ngga enak kalau kedengeran.
Adegan 3 (di kelas)
Amalia : Pagi mam. Kok tumben agak telat datang ke sekolah?
Imam   : iya ini tadi kesiangan gitu bangunnya.
Karlina            : kok muka kamu tambah kusut mam? Tadi malem ngga tidur?
Naura  : imam tuh lama-lama keriting rambutnya mikirin matematika mulu. Hahha
Fera     : naura ih becandaan mulu.
Naura  : yee emang kenyataan gitu kan mam. Makanya mam daripada mikirin matematika mending mikirin aku.
Imam   : ih udah deh. Kalian semua rusuh sendiri jadinya.
Amalia : iya maaf mam. Biasa lah kita kan suka ngga jelas gitu. Ya ngga ?
Fera, naura, dan karlina : betul. Betul. Betul.
Tiba-tiba datanglah nur hamiatun.
Nur hamiatun  : hei hei. Ini nilai ulangan tengah semester biologi udah dibagi nih.
Amalia : mana mana? Punya aku mana Nur?
Naura  : wah imam pasti nilainya gede nih. Kan anak pinter ya mam. Apalagi sering ikut lomba.
Fera     : mam ini nilai kamu.
Karlina            : loh kok kamu dapet 55 si mam? Anak pinter kaya kamu masa tidak tuntas di mata pelajaran biologi?
Imam hanya terdiam. Dia menunduk dan menatap nilainya dengan lesu.
Amalia : mam kok bisa nilai biologimu segini? Kamu belajar kan?
Naura  : hah? Mam kamu tidak tuntas? Masa?
Fera     : iya mam kok bisa? Biasanya juga kamu rajin.
Karlina            : iya nilai ulangan kamu juga biasanya bagus-bagus kan.
Imam   : udah deh kalian diem aja.
Mereka hening.
Adegan 4 (di depan kelas)
Imam hanya duduk di depan kelas dan teriam merenung.
Nur hamiatun  : loh mam. Kamu tidak ke kantin? Udah jam istirahat juga.
Imam   : engga nur. Aku kebetulan lagi puasa.
Nur hamiatun  : oh begitu. Tapi kok kamu dari tadi diem? Kamu mikirin sesuatu yah?
Imam   : engga kok
Nur hamiatun  : apa kamu lagi mikirin nilai biologi? Udah dong mam jangan dipikirin mulu. Nanti juga nilainya bisa diperbaikin.
Imam   : iya makasih
(imam tibatiba bergegas pergi)
Nur hamiatun terduduk sendiri. Ia sebagai sahabat imam merasakan hal yang berbeda dari sosok imam.
Nur hamiatun  : imam kira-kira kenapa ya? Kok jadi sering ngelamun gitu?
Tiba-tiba Amalia, Fera, Karlina, dan Naura tidak sengaja mendengar Nur Hamiatun yang sedang berbicara sendiri.
Amalia : eh Nur, tadi kamu bilang Imam jadi suka ngelamun? Emang dia kenapa?
Nur Hamiatun : eh kamu Mal. Engga kok Imam ngga kenapa-kenapa.
Naura  : yah kamu Nur. Jangan ngga jelas gitu dong. Huh dasar!
Nur Hamiatun : udah deh. Kalian itu ngga berhak ikut campur urusan Imam.
Amalia : wajar dong Nur kalau kita pengin tahu apa yang lagi dialamin Imam. Kita kan teman sekelasnya.
Fera     : kamu bilang kita ngga boleh ikut campur tapi kenapa kamu juga ngurusin urusannya Imam. Kamu egois Nur.
Nur      : iya Cuma aku yang berhak ikut campur dalam urusannya Imam. Kan aku sahabat dia dari kecil.
Karlina            : terus kalau kamu sahabatnya, kita sebagai teman kelasnya Imam ngga boleh tahu gitu Imam kenapa?
Naura  : ngga nyangka ya nur kamu kaya gitu.  Udah yuk tinggalin aja.
            Nur hamiatun memang begitu. Ia tidak ingin ada yang ikut campur urusannya dengan Imam.
Hari ini adalah hari Senin. Saat dimana seharusnya Imam melaksanakan lomba Mapel matematika. Namun ternyata Imam tidak datang.
Nur Hamiatun : Mal, tuliskan dijurnal absen kalau hari ini Imam tidak berangkat..
Amalia : Imam ngga berangkat? Kenapa? Bukannya hari ini dia harus ikut lomba?
Nur Hamiatun : ngga tau tuh. Dia tadi malem Cuma SMS aku kaya gitu. Ngga ada alasannya juga.
Setelah 3 hari tidak berangkat akhirnya teman sekelas Imam bingung mengapa Imam tidak berangkat 3 hari tanpa alasan yang jelas. Sudah ada yang mengecek rumahnya. Namun rumah Imam terlihat sepi dan kosong.
Naura  : wah Imam kok bisa ya ngga berangkat 3 hari tanpa alasan yang jelas gitu. 
Amalia : iya aku juga heran. Jadi tambah bingung. Sebenarnya dia kenapa si?
Fera     : eh Nur, kamu tahu Imam kenapa?
Nur      : aku juga ngga tahu.
Tiba-tiba Karlina yang sedang membereskan lemari di kelas. Menemukan sebuah surat yang isinya peringatan karena Imam sudah 3 bulan menunggak biaya bulanan sekolah.
Karlina            : eh eh liat nih.
Amalia : apaan si kar? Kamu berisik banget.
Karlina            : nih baca dong Mal.
Amalia : apa? Imam nunggak bayaran bulanan 3 bulan?
Naura  : hah? Mana coba liat.
Fera     : atau jangan-jangan imam ngga berangkat karena masalah itu ya?
Nur      : hah apa iya kaya gitu?
Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga bel pulang sekolah tiba mereka memutuskan untuk pulang. Saat Amalia, fera, karlina, dan naura pulang, mereka melihat Imam yang sedang duduk sendirian di tepi jalan. Wajahnya kusut.
Naura: eh liat. Itu bukannya Imam yah?
Amalia : mana Na? Jangan ngaco deh kamu.
Fera     : oh iya betul tuh itu Imam. Itu yang di deket jalan mal.
Karlina            : yuk kita samperin.
Mereka menghampiri imam yang sedang duduk sendirian.
Amalia : hai imam. Kamu ngapain disini sendirian?
Naura  : iya Imam. Kamu ngga berangkat sekolah udah 3 hari ternyata jam segini malah duduk sendirian disini.
Imam   : kalian  ngapain sih disini? Pergi-pergi!
Karlina            : imam aku tahu kok yang sedang kamu alamin sekarang. Kamu yang sabar yah.
Imam   : maksud kamu apa Kar?
Fera     : kita tau kamu lagi ada masalah keuangan bulanan di sekolah kan?
Amalia : iya mam kita tahu kok. Kita juga punya niatan buat bantu kamu. Ini uang buat kamu. Ini dari kita. Kita ikhlas kok.
Naura  : iya kita ikhlas kok ngga jajan buat bantuin kamu Mam.
Karlina            : ih naura apaan sih bilang gitu.
Fera     : udah deh naura kamu diem.
Imam   : kalian ngga perlu kaya gini. Udah aku ngga papa.
Amalia : mam. Kita mohon terima ini. kita kan teman mam. Udah selayaknya kita bantuin teman yang lagi ada masalah.
Fera     : iya mam terima aja. Kita juga tahu kok. Di keluargamu lagi ada masalah. Jadi ini buat kamu. Terima ya J
Naura  : iya mam. Tapi kamu harus janji besok harus berangkat ke sekolah ya. Kan aku kangen kamu. Hahaha
Karlina, Fera, dan Amalia       ; Nauraaaaa!!!!!
Imam   : eh udah jangan pada berantem. Iya aku terima. Makasih ya kalian udah mau nolongin aku.

Categories:

Jumat, 20 November 2015

Atasi Malas Belajar Yuk

Beberap hari lalu saya sempat berdiskusi dengan teman sekos saya, mulanya beliau bercerita tentang adik laki-lakinya yang malas untuk belajar padahal sebentar lagi dia akan menghadapi ujian akhir kelulusan SD. Sebuat saja namanya “Ardi”, Ardi ini termasuk anak yang belum bisa belajar dengan baik atau masih malas-malasan, kalaupun dia belajar itu hanya untuk menghindari omelan kakak dan ibunyan yang selalu menyuruhnya untuk belajar, dan bisa ditebak selama dia di ruang belajar yang dilakukan pun hanya pura-pura belajar atau belajar asal-asalan, sekolah pun hanya sekedar sebagai rutinitas seharian yang hanya berlalu begitu saja, sekedar menuruti perintah orang tua.

Apa yang terjadi pada Ardi sebenarnya juga banyak dialami anak-anak usia sekolah di masyarakat kita. Tak terhitung lagi berapa banyak orang tua yang mengeluh dan kecewa dengan nilai anaknya yang jeblok (jelek) karena anaknya malas belajar, dan sebaliknya tidak jarang juga kita menemukan anak yang ngambek atau menagis gara-gara selalu disuruh belajar. Ada orang tau yang memarahi anaknya, mengancam si anak untuk tidak akan membelikan ini dan itu kalau si anak tidak belajar, membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, atau bahkan ada orang tua yang mengunakan cara kekerasan (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). Jelas semua ini akan sangat berpengaruh pada fisik maupun psikis siswa.
Lalu sebenarnya bagaimanakah cara untuk mengatasi anak yang malas belajar? Masih perlukan kita dengarkan keluhan-keluahn orang tua tentang anaknya yang malas belajar? Haruskah anak itu ngambek atau menagis gara-gara dimarahin orang tuanya dan disuruh-suruh untuk belajar?
Untuk mengatasi permasalahan tersebut ada baiknya kalau terlebih dahulu kita mencari penyebab dari prikalu malas belajar, kemudian baru mencari solusi guna mengatasinya. Betul Bu/Pak....? :D

Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi mental, intelektual, fisik, dan psikis anak. Malas belajar timbul dari beberapa faktor, untuk lebih mudahnya terbagi menjadi dua faktor besar, yaitu: 1) faktor intrinsik ( dari dalam diri anak), dan 2) Faktor ekstrinsik (faktor dari luar anak).

1. Dari Dalam Diri Anak (Intrinsik)
Rasa malas untuk belajar yang timbul dari dalam diri anak dapat disebabkan karena kurang atau tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain, terlalu banyak mengikuti les ini dan les itu, terlalu banyak mengikuti ekstrakulikuler ini dan itu, atau membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah-marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak.

2. Dari Luar Anak (Ekstrinsik)
Faktor dari luar anak yang tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Hal ini terjadi karena:

a. Sikap Orang Tua
Sikap orang tua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar atau sebaliknya terlalu berlebihan perhatiannya, bisa menyebabkan anak malas belajar. Tidak cukup di situ, banyak orang tua di masyarakat kita yang menuntut anak untuk belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan mengajarkan kepada anak akan kesadaran dan tanggung jawab anak untuk belajar selaku pelajar. Akibat dari tuntutan tersebut tidak sedikit anak yang stress dan sering marah-marah (ngambek) sehingga nilai yang berhasil ia peroleh kurang memuaskan. Parahnya lagi, tidak jarang orang tua yang marah-marah dan mencela anaknya bilamana anak mendapat nilai yang kuang memuaskan. Menurut para pakar psikologi, sebenarnya anak usia Sekolah Dasar janga terlalu diorentasikan pada nilai (hasil belajar), tetapi bagaimana membiasakan diri untuk belajar, berlatih tanggung jawab, dan berlatih dalam suatu aturan.

b. Sikap Guru
Guru selaku tokoh teladan atau figur yang sering berinteraksi dengan anak dan dibanggakan oleh mereka, tapi tidak jarang sikap guru di sekolah juga menjadi objek keluhan siswanya. Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan, atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah. Selain itu, sikap sering terlambat masuk kelas di saat mengajar, bercanda dengan siswa-siswa tertentu saja atau membawa masalah rumah tangga ke sekolah, membuat suasana belajar semakin tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu.

c. Sikap Teman
Ketikan seorang anak berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, tentunya secara langsung anak bisa memperhatikan satu sama lainnya, sikap, perlengkapan sekolah, pakaian dan asesoris-asesoris lainnya. Tapi sayangnya tidak semua teman di sekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan teman-teman lainnya. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar, seperti sepatu yang bermerk yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya, termasuk tas sekolah dan alat tulis atau sepeda dan mainan lainnya, secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu. Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orang tuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya.

d. Suasana Belajar di Rumah
Bukan suatu jaminan rumah mewah dan megah membuat anak menjadi rajin belajar, tidak pula rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar. Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas-fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations. Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik.

e. Sarana Belajar
Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar, kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku-buku penunjang (pustaka mini), dan penerangan yang bagus. Selain itu, tidak tersediannya buku-buku pelajaran, buku tulis, dan alat-alat tulis lainnya, merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal.

Enam langkan untuk mengatasi mals belajar pada anak dan membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain:

1. Mencari Informasi
Orangtua sebaiknya bertanya langsung kepada anak guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya. Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

2. Membuat Kesepakatan bersama antara orang tua dan anak.
Kesepakatan dibuat untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orang tua. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur, baik dalam hal rutinitas jam belajar, lama waktu belajar, jam belajar bilamana ada PR atau tidak, jam belajar di waktu libur sekolah, bagaimana bila hasil belajar baik atau buruk, hadiah atau sanksi apa yang harus diterima dan sebagainya. Kalaupun ada sanksi yang harus dibuat atau disepakati, biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggungjawabnya terhadap sesuatu yang akan disepakati bersama.

3. Menciptakan Disiplin.
Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menciptakan kedisiplinan kepada anak jika tidak dimulai dari orang tua. Orang tua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orang tua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar, buku-buku pelajaran, mengingatkan tugas-tugas sekolah, menanyakan bahan pelajaran yang telah dipelajari, ataupun menanyakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu, terlepas dari ada atau tidaknya tugas sekolah.

4. Menegakkan Kedisiplinan.
Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). Untuk mengalihkannya gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Bila dapat melakukan aktivitas bersama di dalam satu ruangan saat anak belajar, orang tua dapat sambil membaca koran, majalah, atau aktivitas lain yang tidak mengganggu anak dalam ruang tersebut. Dengan demikian menegakkan disiplin pada anak tidak selalu dengan suruhan atau bentakan sementara orang tua melaksanakan aktifitas lain seperti menonton televisi atau sibuk di dapur.

5. Ketegasan Sikap
Ketegasan sikap dilakukan dengan cara orang tua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang. Ketegasan sikap ini dikenakan saat anak mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang dibuat-buat. Bahkan dengan sengaja anak berlaku ’tidak jujur’ melakukan aktivitas-aktivitas lain secara sengaja sampai melewati jam belajar. Ketegasan sikap yang diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya.

6. Menciptakan Suasana Belajar
Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman merupakan tanggung jawab orangtua. Setidaknya orang tua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

Ternyata malas belajar yang dialami oleh anak banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua, hendaknya orang tua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak. Selain itu, menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang. Jika enam langkah ini dapat diterapkan pada anak, maka sudah seharusnya tidak adalagi keluhan dari orang tua tentang anaknya yang malas belajar atau anak yang ngambek karena selalu dimarahi orang tuanya.

Categories:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Umum | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑